Wednesday, August 28, 2013

OSIS


Suatu siang, datang-datang dari sekolah Angie menghampiriku. Dengan muka berseri-seri, dia berkata riang "Ma, kenalin, ini anggota OSIS yang baru". Rasa bangga jelas terlihat dimukanya. Dan akupun ikut bangga jadinya, walaupun sedikit kuatir apa jadinya nanti, tapi untuk saat ini aku ikut gembira bersamanya.

Hari berikutnya, Angie cerita lagi kalau OSISnya sedang menambah serta membuat program baru. Ada bagian baru dalam sistem organisasinya yaitu bagian Kedisiplinan Siswa, dan dia dipilih menjadi ketuanya. 



Aku akhirnya bertanya sama Angie, apakah dia mampu ikut kegiatan OSIS? apakah ngga terganggu pelajarannya? Apakah rela meluangkan waktu lebih guna mengikuti semua kegiatan OSIS?. Dengan sigap dia bilang 'aku bisa koq Ma'... oke kalau begitu, berarti Angie sudah tau apa yang harus dilakukannya dan siap bertanggung jawab.

Selama Angie lebih mengutamakan Pelajaran dan Belajar, tidak ada masalah baginya untuk ikut kegiatan di sekolah. Malah bagiku dengan mengikuti kegiatan organisasi di OSIS, akan memberi pengalaman yang berharga bagi Angie.

Sewaktu aku masih bersekolah di SMA PSKD I, aku juga menjadi anggota OSIS, kalau ga salah aku Ketua Bidang Kerohanian yang bertanggung jawab dengan semua kegiatan kerohanian di sekolah. Dan itu menjadi pengalaman yang tidak akan aku lupakan.

Jadi untuk Angie pun, aku berharap pengalaman yang didapat selama dia mengikuti kegiatan keorganisasian di sekolah, bisa menjadi pengalaman yang luar biasa baginya. Semoga dia mendapat banyak masukkan dan pembelajaran yang berguna bagi cita-cita, karir dan masa depannya.

Amin!

Monday, August 26, 2013

Undangan Pertemuan

Minggu kemarin adalah pertemuan antara orangtua siswa dan para pimpinan serta dosen civitas academica kampusnya Mandy. Dan baru kali ini aku ikut pertemuan orangtua siswa berskala besar, sangat besar malah... ada kira-kira 500-an orangtua mahasiswa dalam satu auditorium besar. Biasanya setiap kali ada pertemuan seperti ini sejak ketika anak-anak masih Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah hingga Sekolah Menengah Atas, dalam satu aula mungkin hanya ada puluhan orangtua saja. 

Entah kenapa pertemuan ini diadakan pada hari minggu, mungkin supaya semua orangtua bisa hadir, soalnya kan hari Minggu itu hari libur. Tapi aku betul-betul salut dengan kerapian kebersihan dan disiplin kampus ini. Benar-benar terjaga dan setiap mahasiswa tidak segan-segan membantu para orangtua yang bertanya pada mereka. Dalam hati, aku bangga anakku bisa masuk ke kampus ini. Dan sangat berharap agar dia bisa meraih apa yang dicita-citakannya disana.

Pertemuan dengan Pembimbing Akademik (PA) di ruang kelas

Presentasi para pimpinan institut tentang proses pembelajaran dan keberhasilan para mahasiswa selama mengikuti perkuliahan dikampus ini juga memberikan harapan dalam diriku bahwa aku sudah menempatkan Mandy pada kampus yang benar.

Berbeda dengan kampusku dulu yang sangat bebas dan ada kesan masa bodoh dari pimpinan universitas pada kegiatan para mahasiswanya dan tidak adanya perhatian sama sekali pada setiap mahasiswa, ketika melihat institut ini aku merasa sangat-sangat puas (^-^*)/

Be blessed Mandy!

Thursday, August 22, 2013

Sea Walker

Tadi malam, Mandy memberikan formulir pendaftaran buat masuk Scuba Diving club. klub Scuba Diving ini merupakan salah satu dari sekian banyak klub extracurricular yang ada di kampusnya.

Wah, aku setuju banget kalau dia bisa masuk club ini, karena sebagai anak pantai yang sangat menyukai pantai, yang sedari kecil hingga remaja pernah tinggal dipinggir pantai di sebuah kota kecil yang bernama Manggar (saat ini termasuk Kabupaten Belitung Timur), aku rasa menyelam di lautan Indonesia akan memberikan pengalaman yang luar biasa bagi Mandy, itu harapanku sih.


Snorkeling di pantai, melihat karang yang penuh dengan ikan-ikan lucu saja sudah membuat hati senang bukan kepalang. Apalagi jika bisa diving di kedalaman lautan, bermain dengan ikan yang lebih besar, menemukan dan menelursuri gua-gua bawah laut di perairan Indonesia yang sangat indah, sudah pasti akan memberikan pengalaman luar biasa dan membuat hati kagum akan ciptaan yang Maha Kuasa.

Tahun 2010 lalu, bersama Angie anak bungsuku, kami berdua berlibur ke Bali. Bukan sembarang berlibur loh... karena kami berdua ingin sekali berjalan di dasar lautan seperti yang ditawarkan oleh salah satu pariwisata di Bali.

picture courtesy Sea Walker Indonesia

Di perairan pantai Sanur - Bali, agak ketengah lautan dengan kedalaman 5 meter lebih, kami bedua akhirnya bisa berjalan-jalan di dasar lautan. Benar-benar berjalan di dasar lautan, melihat pemandangan dalam laut, memberi makan ikan-ikan dan mencoba memegang Clown Fish atau anakku bilang itu Nemo (nama Clown Fish dalam film).

  
picture courtesy Sea Walker Indonesia


Dengan peralatan khusus, berupa helm besar seperti helm para astronaut, dan selang oxygen yang panjang, kami berjalan-jalan selama kurang lebih 15 menit. Sempat berfoto-foto dan dibuatkan video. Sungguh pengalaman luar biasa. Walaupun tidak bisa berenang-renang karena peralatan yang dipakai, tapi jika bisa scuba diving ditempat itu, pemandangan bawah laut yang ada pasti sangat indah.

Jadi, jika Angie dan aku hanya bisa berjalan-jalan didasar lautan pantai Sanur saja, aku sangat berharap Mandy bisa menyelam, berenang dan mengeksplorasi kedalaman lautan bukan hanya di Indonesia tapi juga di lautan di luar Indonesia. Aku percaya dia bisa, punya mental kuat, dan sehat. Dan karena anak-anakku sudah terlatih berenang dari usia mereka masih enam tahun, aku tahu kalau Mandy tidak akan gentar dan takut. 

Tapi kembali ke club Scuba Diving ini, yang menjadi pertanyaan adalah apa hubungannya dengan kuliah Perhotelan yang diambil Mandy? 

Aku berdoa dan berharap semoga setiap kegiatan yang diikuti Mandy bisa menjadi pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga dalam kehidupannya, bisa membuatnya lebih mengharagai arti kehidupannya sendiri, memuji dan memuliakan ciptaanNya, dan menjadi masukkan yang berharga dalam kehidupan berkarir kedepannya nanti.

Amin!





Wednesday, August 21, 2013

Plonco

Hari ini adalah hari ke empat Mandy, anak pertamaku mengikuti perpeloncoan di kampusnya. Besok selama dua hari dia libur dan keesokkan harinya mereka semua akan berkumpul di Kinasih - Jawa Barat. 

Aku jadi ingat masa-masa aku mengikuti perpeloncoan di kampusku dulu. Seorang calon mahasiswa yang ga punya uang, kiriman uang dari orang tua cuma pas-pasan buat makan. Jadi pas harus membeli ini dan itu, harus memakai ini dan itu, aku pontang panting cari pinjaman... hahaha

Tapi masa masa itu ga bakal pernah aku lupakan. Apalagi saat camping di gunung entah dimana gerangan, aku harus mencari tas ransel, karena saat itu aku benar-benar ga punya tas besar buat menaruh perlengkapan pakaian dan lain sebagainya. Begitu dapet tas ransel, gedenya amit-amit deh, sampe susah bawanya. Untung ada temen cowok yang berbaik hati mau ngembawain ranselku. Thanks ya teman... aku lupa namamu, sorry ya.

Saat berada di gunung, tempat yang sangat dingin, hujan sepanjang hari, siang dan malam dan aku ga punya baju yang tebal, setengah mati menahan rasa dingin. 

Ada kejadian mengerikan yang kalau aku ceritakan ke anak-anakku, kami akan tertawa terbahak-bahak. Jadi saat itu, kami diperingatkan oleh kakak senat mahasiswa agar tidak mengunakan balsem. Jika terasa pusing atau sakit perut, lebih baik menggunakan minyak kayu putih.

Nah.. tengah malam, aku terbangun dan perut terasa kembung. Tanpa pikir panjang aku mengoles perutku dengan balsem Rhemasson. Kejadin berikutnya, aku bukannya bisa tidur tapi malah menggigil kedinginan. Udah baju kurang tebal, selimut ga punya, kaos kaki basah... rasa dingin sampai ke sum-sum. Saat itu aku benar-benar ingin pulang ke Jakarta tempat yang hangat dan tidur di kasurku yang empuk.

Kembali ke anakku Mandy, hari pertama harus membawa lauk empat sehat lima sempurna. Biasanya kalau makan dirumah, ga pernah lengkap sampai empat sehat lima sempurna. Serlalu dua sehat atau satu sempurna... hahaha

Besoknya Mandy, harus membawa 6T, apa-an tuh? ternyata itu minuman mineral Vit, ada-ada aja. Belum lagi harus bawa 'hidup ga pernah rata'.. nah loh, apa lagi itu? ternyata Chitato,yang berslogan 'life is never flat'. Bener-bener deh... aku dulu ga pernah kayak gini deh.

Satu hal yang bikin aku pusing sama perploncoan si Mandy. Dia harus bikin 'name tag' besar, yang tulisannya dari bermacam-macam bijian, mulai dari wijen, pala putih dan hitam sampai ke cengkeh dan kayu manis. Plus ditambah foto ukuran 4R dimana dia harus berfoto bersama seseorang yang nantinya merupakan cita-citanya. Akhirnya Mandy berfoto bersama papanya dan dia tulis besar-besar 'Manager' ... hahaha.
Amin...!